Selasa, 26 November 2013

makalah pancasila


PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA
tugas kelompok











DI SUSUN OLEH :
*      EDI KUNCORO
*      ROSIDA
*      HAICAL TUANKOTA
*      ROSIDIN RUMAKAT
*      HAMBALI RUMARAMA


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IAIN AMBON
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
JURUSAN EKONOMI ISLAM /B
PERIODE 2013
PANCASILA SEBAGAI DEOLOGI TERBUKA

            Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar telah memiliki pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Pedoman atau sebagai jiwa bangsa itu telah dengan tekat bulat dicanangkan pendiri bangsa sejak proklamasi. Pencanangan sebagai jiwa dan watak bangsa tersebut bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan formalitas melainkan sebagai pedoman penyelenggaraan negara atau lebih di kenal sebagai dasar negara. Dasar negara yang kita miliki itu lebih kita kenal dengan Pancasila.
            Pancasila juga merupakan ciri kepribadian yang memberikan ciri khas bangsa Indonesia yang mampu membedakan dengan bangsa lain. Dalam Pancasila nila nilai luhur yang tentu perlu kita kembangkan, kita lestarikan dan kita amalkan.  Pengembangan nilai-nilai Pancasila merupakan salah satu pintu pengembangan diri bangsa menuju kejayaan sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila itu tidak mandeg atau beku, tetapi lebih terbuka. Dengan keterbukaan nilai Pancasila diharapkan mampu menjadi jembatan perekat antara pendiri negara dan generasi sekarang.

A.   PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Ideologi merupakan gagasan tentang kehidupan yang di anggap baik oleh suat bangsa sehingga menimbulkan tekad untuk mewujudkannya. Ideologi bersifat terbuka apabila ideologi tersebut mampu untuk berinteraksi dengan nilai nilai yang berkembang ada bangsa itu sendiri.
“menurut ensiklopedia Wikipedia, ideologi adalah sekumpulan gagasan. Kata ideologi di temukan pertama kali oleh Count Destutt De Tracy  pada akhir abad ke 18 (1796). Pada waktu itu, De Tracy mengartikan kata”ideologi” sebagai”  ilmu tentang gagasan gagasan yang mampu menunjukkan jalan yang benar menuju masa depan.”
            Atau kita bisa mengatakan bahwa ideologi adalah” sekumpulan gagas atau pandangan hidup mengenai bagaimana sebuah masyarakat di atur atau ditata demi mencapai tujuannya.
Menurut Em Zul Fajri-Ratu Aprilia Senja  dalam bukunya KAMUS LENGKAP BAHASA INDONESIA (KLBI) menyebutkan bahwa ideologi adalah “paham, teori dan tujuan yang dimiliki seseorang, konsep bersistem yang dijadikan sebagai Landasan pendapat yang memberi arah dan tujuan hidup”.
Ideologi sangat penting bagi suatu bangsa karena dalam ideologi itu terkandung cita-cita, gagasan, konsep, doktrin mengenai kehidupan yang di cita citakan oleh suatu bangsa atau yang memberi petunjuk ke mana sebuah bangsa atau masyarakat akan berjalan.
Ideologi itu digali dari budaya dan nilai nilai kehidupan mereka sendiri yang mereka yakini kebenarannya dan terbukti ampuh untuk mengarahkan dan mengatur kehidupan bersama   mereka.

1.    PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan ideologi yang bersifat terbuka, meskipun memiliki nilai-nilai dasar yang bersifat tetap dan abadi, namun dalam prakteknya nilai nilai Pancasila bersifat dinamis dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kehidupan masyarakat.
Pancasila sebagai suat ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun sebaliknya bersifat terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa menyesuaikan perkembangan zaman.
Ideologi Terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka sedangkan ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ciri khas Ideologi tertutup :
  1. ideologi itu bukan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan membaharui masyarakat. Hal ini berarti demi ideologi masyarakat harus berkorban untuk menilai kepercayaan ideologi dan kesetiaannya sebagai warga masyarakat.
  2. Isinya bukan hanya berupa nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras.
Jadi ideologi tertutup bersifat totaliter dan menyangkut segala segi kehidupan.
Ciri khas ideologi terbuka :
  1. nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
  2. dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah.
  3. tidak diciptakan oleh negara melainkan digali dan ditemukan masyarakat itu sendiri.
  4. Isinya tidak operasional. Menjadi operasional ketika sudah dijabarkan ke dalam perangkat peraturan perundangan.
Jadi ideologi terbuka adalah milik seluruh rakyat dan masyarakat dalam menemukan dirinya, kepribadiannya di dalam ideologi tersebut

Ideologi terbuka
Ideologi tertutup
1.    Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat atau merupakan kesepakatan masyarakat
2.    Ditemukan dan digali dalam kehidupan masyarakat
3.    Isinya tidak operasional
4.    Tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat
5.    Menghargai pluralitas
1.    Cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat
2.    Ideologi tersebut akan di paksakan kepada masyarakat
3.    Bersifat totaliter
4.    Tidak menghormati pluralisme pandangan dan kebudayaan serta hak asasi
5.    Menuntut masyarakat untuk setia
6.    Berisi tuntutan konkret,  operasional dan mutlak
Sebagai suat ideologi terbuka, maka Pancasila memiliki 3 dimensi yang menunjukkan kekuatannya.

a.    Dimensi idealistis

Dimensi idealistis adalah nilai-nilai dasar yang terkandung dalam nilai Pancasila yang bersifat sistematis dan rasional, yaitu : ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan,dan keadilan. Dimensi idealistis Pancasila bersumber dari nilai-nilai filosofis, yaitu filsafat Pancasila. Oleh karena itu, dalam setiap ideologi bersumber pada nilai-nilai filosofis. Kadar dan kualitas idealisme yang terkandung dalam ideologi Pancasila mampu memberikan harapan, optimisme serta menggugah motivasi para pendukungan untuk berupaya mewujudkan apa yang di cita-citakan.


b.    Dimensi Normatif

Dimensi normatif adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang perlu dijabarkan dalam sistem normatif, sebagaimana terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yang memiliki kedudukan tertinggi dalam tertib hukum Indonesia. Dalam pengertian inilah maka pembukaan yang di dalamnya memuat Pancasila dalam alinea IV , berkedudukan sebagai staats fundamental norm (pokok kaidah yang fundamental). Dalam pengertian ini ideologi Pancasila agar mampu dijabarkan dalam langkah operasional perlu memiliki norma yang jelas.

c.    Dimensi Realistis

Suat ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu, Pancasila selain memiliki dimensi nilai-nilai ideal serta normatif. Maka Pancasila harus mampu dijabarkan dalam kehidupan nyata sehari hari baik dalam kaitannya bermasyarakat maupun dalam segala aspek penyelenggaraan negara. Dengan demikian , Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak bersifat “utopis”  yang hanya berisi ide ide yang mengawang, namun bersifat nyata dalam berbagai bidang kehidupan.
Keterbukaan Pancasila dibuktikan dengan keterbukaan dalam menerima budaya asing masuk ke Indonesia selama budaya asing itu tidak melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila. Misalnya masuknya budaya India, Islam, barat dan sebagainya.
Berdasarkan ciri ideologi terbuka, Pancasila sudah memenuhinya, salah satunya isi dari Pancasila tidak operasional, namun hanya berisi konsep konsep yang berlaku universal. Nilai-nilai Pancasila terbuka untuk di tafsirkan setiap generasi dan di aktualisasikan oleh generasi tersebut dan dalam nilai kehidupan sehari-hari. Artinya nilai nilai yang ada dalam Pancasila berubah mengikuti zaman. Sebagai ideologi, Pancasila pernah ideologi tertutup, yaitu pada zaman Orde Baru.
Pancasila dijadikan sebagai indoktrinasi melalui p4 (pedoman, penghayatan, pengamalan Pancasila) dari bangku pendidikan sampai profesi melalui penataran-penataran. Pancasila seolah-olah hanya menjadi milik penguasa, dijadikan alat yang bersifat negatif, yaitu ideologi dijadikan alat untuk menyembunyikan kepentingan penguasa. Di sini ideologi dapat di artikan sebagai alat dari penguasa untuk menimbulkan kesadaran palsu dari masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar