Senin, 02 Desember 2013

Agar Salam tak Seperti Mawar Tampa Aroma


Agar Salam Tidak Menjadi
Mawar Tanpa Aroma
»»

  #sŒÎ)ur LäêŠÍhãm 7p¨ŠÅstFÎ/ (#qŠyssù z`|¡ômr'Î/ !$pk÷]ÏB ÷rr& !$ydrŠâ 3 ¨bÎ) ©!$# tb%x. 4n?tã Èe@ä. >äó
Óx« $·7ŠÅ¡ym ÇÑÏÈ  
apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)[327]. Sesungguhnya Allah memperhi tungkan segala sesuatu.”(QS AL-Nisa’ [4]: 86)

 [327] Penghormatan dalam Islam Ialah: dengan mengucapkan Assalamu'alaikum.

            Setiap gerak-gerik, tingkah laku, dan perbuatan sekecil apapun,sekalipn pengucapan salam, sesuatu yang kita anggap remeh memiliki pertanggungjawaban. Orang yang menerima salam memiliki tanggung jawab jauh lebih besar dari pada si pemberi salam. Atas dasar inilah ayat Al-Quran di atas membahas terperinci dengan masalah ini.
            Jika seseorang menyampaikan salam kepada anda, maka jawablah dengan yang lebih baik atau setidaknya dengan jawaban yang sepadan. Karena, sejatinya orang yang mengucapkan salam kepada anda mengawali tindakan untuk menebarkan keutamaan, lalu dengan tulus mengharapkan ketulusan bagi anda, memercikan kebahagiaan pada diri anda, dan mengikis rasa takut anda, serta menjadi ketentraman ganda bagi anda dan bagi orang yang mengucapkan salam itu sendiri.
            Hal semacam itu mungkin anda sering alami, tetapi anda tidak menyadarinya. Misalnya, suatu ketika  anda sedang sendiri dan melintas tempat yang gelap gulita sehingga membuat anda ketakutan, seolah-olah anda melihat bayangan yang anda yakini hantu sekelebat di dekat anda, dan betapa terkejutnya anda ketika bayangan itu adalah saudara anda sendiri yang lantas mengucapkan salam kepada anda. Pada saat itulah saudara anda menjadikan keselamatan bagi anda, hingga mampu mengubah kondisi anda secara total. Membuat anda berjalan lebih gigih sehingga dapat dipastikan anda lebih produktif, dan pada akhirnya anda bisa kembali ke masyarakat dengan penuh aura kebaikan.
            Ini menjelaskan dimensi lain dari ajaran agama islam. Islam menyetujui anda membalas perlawanan sebagai wujud keadilan, sebelum islam menyuruh anda melakukan kebaikan untuk meraih keutamaan.
            Memang benar, barang siapa memaafkan dan berdamai, dapat menjauhkannya dari mala petaka, dan pasti akan dapat kebaikan dari Allah. Namun, sejatinya Allah menyuruh anda untuk meraih keutamaan terlebih dahulu sebelum meminta anda berlaku adil, karena di dunia ini anda hidup dalam masa damai di mana jiwa anda merasakan kebahagiaan bersama sahabat-sahabat terbaik yang selalu menyemarakan kehidupan anda, sehingga ucapan salam pun sering menghampiri anda. Dengan demikian anda lebih siap dan lebih mungkin untuk meraih keutamaan dan meniupkan rasa aman dengan cara yang lebih baik dalam kegembiraan jiwa anda. Sedangkan terjadinya rasa sakit, atau kegelisahan dalam diri anda sejatinya sebanding dengan kondisi sulit yang sedang anda alami, karena keadilan menanggung keadilan.
            Jika itu semua kewajiban orang yang menerima salam, maka orang yang memberi salam seharusnya ikut bertanggung jawab dalam proses terciptanya momen yang membahagiakan tersebut.
            Maksud saya di sini adalah , ingin mengingatkan bahwa sebagian orang menyampaikan salam kepada anda dengan menggunakan bahasa angka! Lalu menghintung-hitungnya dan menimbang-nimbangnya? Yaitu menghitung – hitung pahala salam yang akan di balas berdasarkan jumlah kata yang diucapkan yang sesuai apa yang diriwayatkan dalam sunnah Nabi.
            Ketika orang-orang semacam ini menyampaikan salam, pasti dengan raut muka yang antusias, jidat yang mengerut, dan tatapan mata yang tajam, seperti pedagang yang menawarkan barang dagangannya pada anda, lalu meminta anda memberikan harga yang pantas! Padahal kenyataannya dia tidak memberikan anda ketenangan jiwa, walaupun salam telah diberikan dengan sedemikian rupa, dengan susunan kata-kata yang sudah ditentukan, sehingga kesannya menjadi begitu mulia.
            Seharusnya salam disampaikan dengan wajah yang berseri, ungkapan yang spontan, dan senyuman yang rendah hati sehingga membuat salam syarat dengan makna dan nilai, bahkan kadang kala tak perlu ungkapan sepatah kata pun, cukup dengan sesungging dengan senyuman yang tulus.
            Salam yang disampaikan tanpa semangat dan ruh bagaikan mawar tanpa keharumannya, seperti shalat tanpa berjamaah. Tak ubahnya hanya seperti not-not dalam ilmu syair, dan bagaikan lautan tanpa air.



Selasa, 26 November 2013

kebersihan lingkungan


\KESADARAN MAHASISWA TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KAMPUS
tugas individu











DI SUSUN OLEH :
*      EDI KUNCORO


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IAIN AMBON
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
JURUSAN EKONOMI ISLAM /B
PERIODE 2013


KESADARAN MAHASISWA TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KAMPUS
BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang
Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia, masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat.

Problem tentang kebersihan lingkungan yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat/mahasiswa selalu tidak sadar akan hal kebersihan lingkungan. Tempat pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dirawat dengan baik. Akibatnya penumpukan sampah terjadi di mana mana, yang menimbulkan kurangnya keindahan dan risih bila di pandang.

B.   Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di  kemukakan, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu: 
  1. apakah mahasiswa peduli terhadap kebersihan lingkungan kampus?
  2. Bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kampus?

C.   Tujuan
  1. Supaya kebersihan lingkungan di sekitar kampus kita tetap terjaga.
  2. Meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kebersihan lingkungan.
D.   Metode dan Teknik Penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
     1.    Teknik Pengamatan Langsung
Pada teknik ini penulis terjun langsung meneliti ke lapangan untuk mengetahui bagaimana kebersihan lingkungan kampus dan bagaimana peranan mahasiswa terhadap masalah kebersihan lingkungan.
     2.    Teknik Wawancara
Tujuan dari teknik wawancara ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih mengenai kasus yang dibahas. Responden terhadap para mahasiswa sebagai sumber informasi mengenai studi kasus masalah kebersihan lingkungan.
     3.    Studi Pustaka
Pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan makalah serta yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup dan perilaku remaja.

E.   Sistematika Penulisan
Pada makalah ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian di lapangan dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian serta sistematika penulisan. Bab selanjutnya, penulis melakukan penelitian lapangan.












BAB II
PEMBAHASAN

A.   Kesadaran mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus.
Kebersihan sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari.  Dan seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran, penyakit, dan lain lain, yang dapat merugikan segala aspek  yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku lingkungan masyarakat/kampus. Dan sebagaimana di ketahui bahwa kehidupan manusia sendiri tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Maka sebagai individu harusnya segala aspek  yang ada dalam masyarakat/mahasiswa harus dapat menjaga kebersihan lingkungan. Karena tanpa lingkungan yang bersih setiap individu maupun masyarakat akan menderita sebab sebuah faktor yang merugikan seperti kesehatan. Kesehatan itu begitu mahal harganya. Sehingga semuanya harus di olah dengan baik . Lingkungan yang kotor berarti penganggu kesehatan yang juga berarti membuat bibit penyakit. Namun segala sesuatu ada kata perubahan hanya saja dalam segala persoalan-persoalan, semua ini tidak dapat dijalankan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu mahasiswa maupun kelompok mahasiswa untuk menjaga kebersihan, Maka Kebersihan itu tidak akan berguna dan menimbulkan banyak kerugian. Sebagaimana kita ketahui bahwa pandangan masyarakat/mahasiswa tentang sadar lingkungan sangatlah minim/kurang.

B.   Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan
Berikut Tips dan trik menjaga kebersihan lingkungan:
  • Dimulai dari diri sendiri dengan cara memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan lingkungan.
  • Selalu Libatkan organisasi-organisasi yang berpengaruh untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
  • Perbanyak tempat sampah di sekitar lingkungan anda;
  • Pekerjakan petugas kebersihan lingkungan dengan memberi imbalan yang sesuai setiap bulannya.
  • Sosialisakan kepada mahasiswa untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya
  • Atur jadwal untuk kegiatan kerja bakti di dalam kampus atau per fakultas membersihkan lingkungan.



BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Dari hal tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa mahasiswa masih belum peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya. Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, seperti  pembuangan botol-botol minuman. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan setiap tahunnya selalu meningkat. Dan mengakibtakan keadaan yang merugikan kota Ambon khususnya di lingkungan kampus contohnya : banjir yang baru-baru ini terjadi karena banyaknya sampah sampah yang di buang di sungai. Jadi, dari hal tersebutlah kita harus menyadari kebersihan itu penting. Marilah kita menjaga kebersihan secara bersama-sama.

B.   Saran
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah kesadaran mahasiswa tentang kebersihan lingkungan di sekitar kampus kita ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi materi, isi materi, cara penulisan makalah ini, untuk itu penulis meminta saran dari pembaca semua untuk bisa makalah ini bisa lebih sempurna lagi untuk penulisan berikutnya. Atas perhatian pembaca penulis ucapkan terima kasih.